Jumat, 11 Februari 2011

Nurdin Halid
Nurdin Halid sambut pencalonan George Toisutta
Ketua Umum PSSI Nurdin Halid mengaku tak masalah jika George Toisutta maju sebagai calon ketua umum pada Kongres 19 Maret nanti. Ia menilai pesaingnya itu figur yang punya kompetensi. “Wah bagus kalau Pak George maju sebagai calon. Kalau beliau maju, berarti figur yang kompeten memimpin PSSI. Alhamdulillah, Pak George itu teman saya,” tutur Nurdin kepada wartawan di Kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Rabu (2/2/2011) malam WIB. lihat *selengkapnya *


kilas balik

1 February 2011
BANDUNG, TRIBUN - Manajer Persib, Umuh Muchtar menolak jika dirinya akan membawa Persib ke ranah salah-satu warna, golongan, apalagi partai. Menurut Umuh dirinya memilih LSI atau LPI, hanya untuk kebaikan dan perkembangan persepakbolaan, khususnya Persib.*lihat selengkapnya*


KONGRES BOBOTOH PERSIB SA ALAM DUNYA

Kongres Nasional BOBOTOH sa alam dunya
Penulis: Bobotoh_Russia

dengan hormat ka para bobotoh sadayana nu aya di alam dunya,,

saya secara pribadi ingin mencoba mengutarakan ide tetapi tidak melalui media maya karena mungkin hanya kecil kesempatan di baca management dan stakeholders PERSIB,*lihat selengkapnya*


persib.....
aku tau kalian sekarang sedang trpuruk *lihat selengkapnya*









PRESTASI PERSIB BANDUNG    






LIHAT SELENGKAPNYA









jadwal pertandingan

Liga Super Indonesia 2010/2011

28 Sep 2010 Persela vs Persib
02 Oct 2010 Deltras vs Persib
16 Oct 2010 Persib vs Persiba
23 Oct 2010 Persib vs PSM
30 Oct 2010 Persija vs Persib
 *lihat selengkapnya*









Rabu, 02 Februari 2011

Nurdin sambut pencalonan Toisutta


Nurdin Halid
Nurdin Halid sambut pencalonan George Toisutta
Ketua Umum PSSI Nurdin Halid mengaku tak masalah jika George Toisutta maju sebagai calon ketua umum pada Kongres 19 Maret nanti. Ia menilai pesaingnya itu figur yang punya kompetensi. “Wah bagus kalau Pak George maju sebagai calon. Kalau beliau maju, berarti figur yang kompeten memimpin PSSI. Alhamdulillah, Pak George itu teman saya,” tutur Nurdin kepada wartawan di Kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Rabu (2/2/2011) malam WIB.
Kubu Nurdin sejauh ini bergeming pada statuta yang menyebutkan bahwa calon ketua umum harus terlibat aktif di kepengurusan PSSI paling tidak lima tahun. Ia mempersilakan klub-klub atau Pengprov untuk mendukung salah satu calon selama masih dalam koridor peraturan.
“Tidak apa-apa, saya ‘kan sering mengatakan, di PSSI ini menerapkan demokrasi terbuka. Namun harus sesuai landasan konstitusional yang berdasarkan statutas FIFA dan PSSI. Semua insan warga negara berhak punya kesempatan di sebuah organisasi. Asalkan beretika dan sesuai aturan,” tuntas Nurdin.

klsemen

Klasmen Wilayah Barat 

No Kesebelasan Main M S K M-K Nilai
1  Persipura 12 10 2 0 39-9 32
2  Semen Padang 12 7 4 1 20-9 25
3  Arema 12 5 5 2 20-9 20
4  Persija 11 6 2 3 16-8 20
5  Persiwa 12 5 3 4 17-18 18
6  PSPS 11 5 2 4 16-14 17
7  Deltras 12 5 1 6 17-20 16
8  SriwijayaFC 10 4 2 4 15-16 14
9  Persijap 12 4 2 6 13-24 14
10  Persisam 10 4 1 5 11-13 13
11  Persela 12 3 4 5 7-13 13
12  Persiba 11 3 3 5 14-17 12
13  PelitaJaya 12 3 1 8 13-18 10
14  PERSIB 11 2 2 7 11-24 8
15  Bontang FC 10 1 2 7 13-22 5
16  Persibo 0 0 0 0 0-0 0
17  PSM 0 0 0 0 0-0 0
18  Persema 0 0 0 0 0-0 0

KILAS BALIK


1 February 2011
BANDUNG, TRIBUN - Manajer Persib, Umuh Muchtar menolak jika dirinya akan membawa Persib ke ranah salah-satu warna, golongan, apalagi partai. Menurut Umuh dirinya memilih LSI atau LPI, hanya untuk kebaikan dan perkembangan persepakbolaan, khususnya Persib.

"Saya ini cinta Persib dengan hati. Jangan ada perkataan jika saya akan membawa Persib ke salah-satu warna. Itu tidak ada," kata pria yang juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Persib Bandung Bermartabat ini.

Menurut Umuh, demi Persib dirinya terus maksimal melakukan dukungan. Misalnya dalam tiga bulan ini, gaji pemain dan ofisial, operasional, semua dibiayai secara pribadi. "Untuk gaji saya mengeluarkan sebesar Rp 1,1 miliar per bulan. Tetapi saya rido dengan semua itu demi Persib," kata Umuh. (sob)

Persib Harus Berdayakan Pemain Lokal

1 February 2011
BANDUNG, TRIBUN - Wacana dihapusnya pemain asing di tubuh Persib berkembang di sejumlah pecnita sepakbola di Bandung. Mereka menganggap jika Persib ingin kembali berjaya, maka yang dibutuhkan adalah dicoretnya para pemain asing.

Mantan pelatih Persib Risnandar, mendukung jika seluruh pemain Persib berasal dari pemain lokal asal Bandung atau Jawa Barat. Alasannya, kata Risnandar, dalam sepak bola sangat dibutuhkan rasa kepemilikan yang kuat terhadap tim yang dibelanya. Sehingga pemain akan konsentrasi memenangkan pertandingan dan tidak akan perhitungan.

"Pemain lokal itu sangat kuat rasa kepemilikannya. Karenanya laju tim akan pesat berkembang," kata Risnandar.

Risnandar mencontohkan, saat Persib memakai pemain lokal berbagai kejuaraan bisa diraihnya. Hal ini tiada lain karena rasa kepemilikan yang besar dan kebersamaan yang telah dibangun di antara pemain.

Hal serupa dikatakan Yusdiana (30), pecinta sepakbola lainnya. Menurut dia, Persib harus menciptakan regenerasi pemain lokal. Sehingga dibutuhkan minimalisasi pemain asing. (sob


Sejumlah Klub Ingin Persib Tetap di LSI

1 February 2011 BANDUNG, TRIBUN - Sejumlah klub sepak bola yang tergabung dalam Pengcab PSSI Kota Bandung meminta agar Persib tetap berada di Liga Super Indonesia (LSI). Namun berbeda dengan sejumlah bobotoh yang sempat mengirimkan pesan singkat melalui ponsel Manajer Persib Umuh Muchtar, menginginkan agar Persib hijrah ke Liga Primer Indonesia (LPI). Bahkan Umuh berniat melakukan polling untuk menentukan ke LPI atau tetap bertahan di LSI.

"Hampir 90 persen sms yang masuk ke saya meminta agar Persib hijrah ke LPI. Kalau perlu saya polling, mana yang lebih besar ke LPI atau tetap di LSI," ujar Umuh.

Yayat Ruhiyat, Sekretaris Klub sepak bola PS Java mengatakan, Persib lebih baik berada di LSI. Hal ini agar masa depan sepak bola untuk generasi muda tetap berjalan. "Kalau tetap di PSSI, maka pertandingan U21, U19 masih tetap berjalan. Berbeda kalau pindah, karena itu pikirkan juga kami," kata Yayat.

Hal serupa dikatakan Mukti, perwakilan klub sepak bola dari UNI. Menurut dia, yang harus dipikirkan bukan hanya Persib senior, regenerasinya harus dipikirkan. Karena itu lebih baik di LSI. (sob)

KONGRES BOBOTOH PERSIB SA ALAM DUNYA

Kongres Nasional BOBOTOH sa alam dunya
Penulis: Bobotoh_Russia

dengan hormat ka para bobotoh sadayana nu aya di alam dunya,,

saya secara pribadi ingin mencoba mengutarakan ide tetapi tidak melalui media maya karena mungkin hanya kecil kesempatan di baca management dan stakeholders PERSIB,
bagaimana seandainya para bobotoh berkumpul dan mengadakn kongres nasional untuk mendukung langkah PERSIB ke depan.. seiring dengan makin menurun nya kualitas kompetisi ISL dan adanya secercah harapan dari IPL beserta jajaran management nya,,, mungkin ide ini bisa di fasilitasi oleh pentolan organisasi pecinta PERSIB, dengan melebur dan melupakan sejenak atribut ke organisasian nya, dan semua menjadi satu BOBOTOH,, demi PERSIB dan demi indonesi...
kumaha tah lur ?
mun memang aya kemungkinan urang rek ngabelaan balik hela ka indo lah... Salam Hangat ti Bobotoh nu aya di Russia saparakanca
teu seur tapi cekap lah ari kanggo minuhan ruangan 4 X 4 meter mah dugi ka pasedek sedek

2010/2011 SCUARD

No.
Position Player
3 Singapore DF Baihakki Khaizan
4 Indonesia DF Wildansyah
5 Indonesia DF Maman Abdurahman
7 Indonesia MF Atep
8 Indonesia MF Eka Ramdani (Captain)
9 Indonesia FW Airlangga Sucipto
10 Brazil FW Hilton Moreira
11 Indonesia FW Rachmat Afandi
12 Indonesia MF Gilang Angga
13 Indonesia MF Muhammad Agung Pribadi
16 Indonesia MF Munadi
17 Singapore MF Shahril Ishak
20 Argentina FW Pablo Frances

No.
Position Player
21 Indonesia MF Jejen Zainal Abidin
22 Indonesia MF Siswanto
24 Indonesia MF Hariono
25 Indonesia DF Isnan Ali
26 Indonesia MF Dias Angga Putra
30 Indonesia DF Nova Arianto
32 Indonesia GK Dadang Sudrajat
55 Indonesia GK Cecep Supriatna
71 Indonesia MF Rendi Saputra
81 Indonesia GK Markus Haris Maulana
87 Indonesia DF Yudi Khoerudin
99 Indonesia FW Cristian Gonzáles
-- Indonesia FW Johan Yoga Utama

 Team Officials

Role Name
Manager Indonesia H. Umuh Muchtar
Assistant Manager Indonesia Deddy Firmansyah
Technical Director Serbia Jovo Cuckovic
Head Coach Indonesia Daniel Roekito
Coach Assistant Indonesia Robby Darwis
Goalkeeper Coach Indonesia Anwar Sanusi
Physio Indonesia dr. Raffi Gani
Physiotherapist Indonesia Drs. Hedy Wahyudi, M.Ps

 Former Coaches

Year Coach

Indonesia Suryamin
1994-1995 & 2000-03 Indonesia Indra Thohir
2003 Poland Marek Andreiz Sledzianowski
2003-06 Chile Juan Antonio Paez
2006 Indonesia Risnandar Soendoro
2007 Moldova Arcan Iurie
2007-08 Indonesia Jajang Nurjaman & Robby Darwis (caretaker)
2008-10 Indonesia Jaya Hartono
April-July 2010 Indonesia Robby Darwis (caretaker)
August-September 2010 France Daniel Darko Janakovic
September-November 2010 Serbia Jovo Cuckovic
2010- Indonesia Daniel Roekito

SOLUSI ISL DAN LPI

Sudah lama Persib tidak merasakan gelar juara semenjak Liga Indonesia I karena pada saat itu semangat Fair Play masih sangat tinggi dan wasit-wasit yang memimpin pertandingan masih memimpin dengan adil tanpa ada intervensi dari tuan rumah, lain halnya pada saat ini semenjak klub-klub yang ada termasuk PSSI sendiri yang sudah terkontaminasi politik menjadikan timnya harus menang dengan segala cara termasuk dengan menyogok wasit oleh tuan rumah,ataupun menyogok kepada pihak PSSI sehingga timnya mendapat keuntungan dalam pengaturan jadwal seperti yang dilakukan oleh Arema, atau pinjaman gratis timnas u23 oleh Pelita Jaya (bakri),masìh ingatkah ketika Persik Kediri dan Persebaya disekenariokan turun divisi demi untuk menyelamatkan Pelita Jaya.Sekarang semua pihak merasa bingung apakah Persib tetap bertahan di ISL atau pindah ke LPI? tentu dengan segala keuntungan dan kerugiannya jika pindah ke LPI contohnya Psm Persib dan Persema yang tanpa ampun langsung dikeluarkan oleh PSSI,Adapun solusi menurut saya pribadi yaitu mencontoh klub Persebaya sehingga tidak dikeluarkan dari PSSI karena Persebaya tetap mengikuti kompetisi Liga Utama PSSI sedangkan pemain-pemain utama mereka bermain di Persebaya 1927,Persib bisa mencontoh saudara kita tersebut dengan membangun satu klub lagi untuk LPI dengan nama Persib 1933 dengan diisi pemain-pemain utama,adapun Persib yg berlaga di ISL diisi dari u23 dan u21,sedangkan kendala yg harus diperhitungkan tentu masalah dana karena dengan mengikuti 2 kompetesi secara bersamaan akan memerlukan dana yang sangat besar,oleh karena itu konsorsium harus dengan tegas memisahkan pengelolaan manajemen termasuk finansial dan tim pemasarannya antara Persib dan Persib 1933 .

sejarah persib bandung

Kilas Balik 
Sebelum bernama Persib, di Kota Bandung berdiri Bandoeng Inlandsche Voetball Bond ( BIVB ) pada sekitar tahun 1923. BIVB ini merupakan salah satu organisasi perjuangan kaum nasionalis. Tercatat sebagai Ketua Umum BIVB adalah Mr. Syamsudin yang kemudian diteruskan oleh putra pejuang wanita Dewi Sartika, yakni R. Atot.

Atot ini pulalah yang tercatat sebagai Komisaris daerah Jawa Barat yang pertama. BIVB memanfaatkan lapangan Tegallega didepan tribun pacuan kuda. Tim BIVB ini beberapa kali mengadakan pertandingan diluar kota seperti Yogyakarta dan Jatinegara Jakarta.

BIVB kemudian menghilang dan muncul dua perkumpulan lain yang juga diwarnai nasionalisme Indonesia yakni Persatuan Sepak Bola Indonesia Bandung ( PSIB ) dan National Voetball Bond ( NVB ).

Pada tanggal 14 Maret 1933, kedua perkumpulan itu sepakat melakukan fusi dan lahirlah perkumpulan yang bernama Persib yang kemudian memilih Anwar St. Pamoentjak sebagai Ketua Umum. Klub- klub yang bergabung kedalam Persib adalah SIAP, Soenda, Singgalang, Diana,Matahari, OVU, RAN, HBOM, JOP, MALTA, dan Merapi.

Di Bandung pun saat itu pun sudah berdiri perkumpulan sepak bola yang dimotori oleh orang- orang Belanda yakni Voetbal Bond Bandung & Omstreken ( VBBO). Perkumpulan ini kerap memandang rendah Persib. Seolah- olah Persib merupakan perkumpulan “ kelas dua “. VBBO sering mengejek Persib. Maklumlah pertandingan- pertandingan yang dilangsungkan oleh Persib dilakukan dipinggiran Bandung—ketika itu—seperti Tegallega dan Ciroyom.

Masyarakat pun ketika itu lebih suka menyaksikan pertandingan yang digelar VBBO. Lokasi pertandingan memang didalam Kota Bandung dan tentu dianggap lebih bergengsi, yaitu dua lapangan dipusat kota, UNI dan SIDOLIG.

Persib memenangkan “ perang dingin “ dan menjadi perkumpulan sepakbola satu- satunya bagi masyarakat Bandung dan sekitarnya.Klub- klub yang tadinya bernaung dibawah VBBO seperti UNU dan SIDOLIG pun bergabung dengan Persib. Bahkan VBBO kemudian menyerahkan pula lapangan yang biasa mereka pergunakan untuk bertanding yakni Lapangan UNI, Lapangan SIDOLIG ( kini Stadion Persib ), dan Lapangan SPARTA ( kini Stadion Siliwangi ). Situasi ini tentu saja mengukuhkan eksistensi Persib di Bandung.

Ketika Indonesia jatuh ke tangan Jepang. Kegiatan persepakbolaan yang dinaungi organisasi lam dihentikan dan organisasinya dibredel. Hal ini tidak hanya terjadi di Bandung melainkan juga diseluruh tanah air. Dengan sendirinya Persib mengalami masa vakum. Apalagi Pemerintah Kolonial Jepang pun mendirikan perkumpulan baru yang menaungi kegiatan olahraga ketika itu yakni Rengo Tai Iku Kai.

Tapi sebagai organisasi bernapaskan perjuangan, Persib tidak takluk begitu saja pada keinginan Jepang. Memang nama Persib secara resmi berganti dengan nama yang berbahasa Jepang tadi. Tapi semangat juang, tujuan dan misi Persib sebagai sarana perjuangan tidak berubah sedikitpun.

Pada masa Revolusi Fisik, setelah Indonesia merdeka, Persib kembali menunjukkan eksistensinya. Situasi dan kondisi saat itu memaksa Persib untuk tidak hanya eksis di Bandung. Melainkan tersebar diberbagai kota, sehingga ada Persib di Tasikmalaya, Persib di Sumedang, dan Persib di Yogyakarta.

Pada masa itu prajurit- prajurit Siliwangi hijrah ke ibukota perjuangan Yogyakarta. Baru tahun 1948 Persib kembali berdiri di Bandung, kota kelahiran yang kemudian membesarkannya.
Rongrongan Belanda kembali datang, VBBO diupayakan hidup lagi oleh Belanda ( NICA ) meski dengan nama yang berbahasa Indonesia Persib sebagai bagian dari kekuatan perjuangan nasional tentu saja dengan sekuat tenaga berusaha menggagalkan upaya tersebut. Pada masa pendudukan NICA tersebut, Persib didirikan kembali atas usaha antara lain, dokter Musa, Munadi, H. Alexa, Rd. Sugeng dengan Ketua Munadi.

Perjuangan Persib rupanya berhasil, sehingga di Bandung hanya ada satu perkumpulan sepak bola yakni Persib yang dilandasi semangat nasionalisme. Untuk kepentingan pengelolaan organisasi, decade 1950- an ini pun mencatat kejadian penting. Pada periode 1953- 1957 itulah Persib mengakhiri masa pindah- pindah secretariat. Walikota Bandung saat itu R. Enoch, membangunkan Sekretariat Persib di Cilentah.

Awal Persib memiliki gedung yang kini berada di Jalan Gurame, adalah upaya R. Soendoro, seorang overste replubiken yang baru keluar dari LP Kebonwaru pada tahun 1949. Pada waktu itu, melalui kepengurusan yang dipimpinnya, Soendoro menghadap kepada R. Enoch yang kebetulan kawan baiknya. Dari hasil pembicaraan, Walikota mendukung dan memberikan sebidang tanah di Jalan Gurame sekarang ini.

Pada saat itu, karena kondisi keuangan yang memprihatinkan, Persib tidak memiliki dana untuk membangun gedung, Soendoro kembali menemui Walikota dan menyatakan, “ Taneuh puguh deui, tapi rapat ditiungan ku langit biru,” kata Soendoro.
Akhirnya Enoch juga membantu membangun gedung yang kemudian mengalami dua kali renovasi. Kiprah Soendoro sendiri didunia sepak bola diteruskan putranya, antara lain, Soenarto, Soenaryono, Soenarhadi, Risnandar, dan Giantoro serta cucunya Hari Susanto.

Dalam menjalankan roda organisasi beberapa nama yang juga berperan dalam berputarnya roda organisasi Persib adalah Mang Andun dan Mang Andi. Kedua kakak beradik ini adalah orang lapangan Persib. Tugas keduanya, sekarang ini dilanjutkan oleh putra dan menantunya, Endang dan Ayi sejak 90-an. Selain juga staf administrasi Turahman.

Renovasi pertama dilakukan pada kepemimpinan Kol. CPM Adella ( 1953- 1963 ). Kini sekretariat Persib di Jalan Gurame itu sudah cukup representatif, apalagi setelah Ketua Umum H. Wahyu Hamijaya ( 1994- 1998 ) merenovasi gedung tersebut sehingga menjadi kantor yang memadai untuk mewadahi berbagai kegiatan kesekretariatan Persib.

Kemampuan Persib menjaga nilai- nilai dan tradisinya serta menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman tentu tidak lepas dari figur Ketua Umum bukan hanya figur yang berkemampuan mengelola organisasi dalam artian agar organisasi itu terus hidup, melainkan juga figur yang mampu menggali potensi dan mengakomodasikan kekuatan yang ada, sehingga kiprah Persib dalam kancah sepakbola nasional terus berlangsung lewat berbagai karya Persib. 

prestasi

TAHUN
PRESTASI
SESSION
1993 Runner Up Kompetisi Perserikatan tahun 1933
1934 Runner Up Kompetisi Perserikatan tahun 1934
1936 Runner Up Kompetisi Perserikatan tahun 1936
1937 Juara Kompetisi Perserikatan tahun 1937
1950 Runner Up Kompetisi Perserikatan tahun 1950
1959 Runner Up Kompetisi Perserikatan tahun 1959
1961 Juara Kompetisi Perserikatan tahun 1961
1966 Runner Up Kompetisi Perserikatan tahun 1966
1983 Runner Up Kompetisi Perserikatan tahun 1982/1983
1985 Runner Up Kompetisi Perserikatan tahun 1984/1985
1986 Juara Kompetisi Perserikatan tahun 1986
1990 Juara Kompetisi Perserikatan tahun 1990
1995 Juara Liga Indonesia I tahun 1994/1995
1995 Perempatfinal Piala Champions Asia tahun 1995
2005 Posisi 5 Liga Indonesia Divisi Utama
2006 Posisi 12 Liga Indonesia Divisi Utama
2007 Posisi 5 Liga Indonesia Divisi Utama
2008/09 Posisi 3 Liga Super Indonesia

Selasa, 01 Februari 2011

persib.....
aku tau kalian sekarang sedang trpuruk
terinjak injak...
aku sangat prihatin dengan keadaan kalian yang sekarang...
pemain bertabur bintang...
yang belum punya taring tapi aku yakin
nanti kalian pasti akan bangkit..
semanagat